Category Archives: Berita Departemen

Nogogeni Kembali Meraih Juara di Singapura

Mobil Hemat Energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menunjukkan taringnya di ajang bergengsi Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2018. Nogogeni berhasil meraih gelar juara di perlombaan yang berlangsung di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Tim Nogogeni yang berkompetisi pada kelas Urban Concepts Listrik harus puas di posisi kedua di bawah tim Lac Hong asal Vietnam. Lac Hong merupakan juara bertahan tahun lalu pada kelas yang sama. Kekalahan ini memang sedikit mengecewakan tim Nogogeni. Mereka menilai ada kecurangan dari tim Lac Hong yang seharusnya mendapat penalti pengurangan nilai.

Apalagi saat race pertama dan kedua, tim Nogogeni masih bertengger di posisi pertama klasemen. Namun, saat race ketiga tiba-tiba jarak tempuh mereka kalah dengan tim Lac Hong. “Seharusnya dengan kecurangan mereka ada pengurangan nilai, sehingga skor kami bisa lebih tinggi dari Lac Hong,” ungkap dosen pembina Tim Nogogeni Dedy Zulhidayat.

Dedy menambahkan, kecurangan tersebut terjadi saat mobil Lac Hong masuk ruang hitung setelah race terakhir. Saat itu, driver Lac Hong keluar mobil dan menyentuh alat telematry hingga terjatuh. “Itu melanggar prosedur yang ditetapkan. Karena seharusnya di ruang hitung peserta tidak boleh menyentuh apapun dari mobil sampai panitia selesai melakukan penghitungan hasil race,” tambah Dedy

Lantaran hal tersebut, tim Nogogeni sempat melayangkan protes ke panitia. Namun setelah sedikit berdebat, akhirnya panitia tetap memutuskan tim Lac Hong tidak curang dan sah menjadi juara.

Kendati begitu, hasil yang dicapai Nogogeni ini sudah melampaui prestasi tahun lalu yang hanya mampu di posisi ketiga. “Bahkan saat keikutsertaan pertama kali dua tahun lalu hanya mampu lolos tahap scrutineering saja. Tidak tidak sampai race,” lanjut Dedy.

Setelah perlombaan SEM 2018 ini, masih banyak yang harus di pelajari kembali oleh Tim Nogogeni agar bisa menghasilkan prestasi yang lebih baik lagi. Semangat untuk Tim Nogogeni ITS. Vivat ITS. (dee)

Library E-Resources Class

Sumber daya elektronik (electronic resources) merupakan salah satu sumber koleksin penting untuk memenuhi kebutuhan informasi dalam lingkungan pembelajaran sivitas akademika ITS. Untuk memenuhi kebutuhan sivitas akademika ITS, Perpustakaan ITS bermaksud untuk mengadakan kelas pelatian e-resources bagi sivitas akademika ITS yang bernama E-Resources Class. E-Resources Class tersebut bertujuan agar sivitas akademikan ITS diharapkan lebih mengetahui, memanfaatkan, dan memberdayakan e-resources yang dimiliki ITS.

 

Ada beberapa pelatihan E-Resources Class meliputi sebagai berikut :

  1. Pengenalan E-Resources
  2. Pengenalan ITS digital repository
  3. Cara mengakses dan memanfaatkan e-journal, e-book, dan online database yang di langgan ITS baik di dalam kampus (proxy ITS) maupun di luar kampus (access remote)
  4. Cara mengakses dan memanfaatkan ITS digital repository

Bagi mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri yang memiliki kendala waktu dan tempat, kami juga mengadakan E-Resources Class berdasarkan permintaan (by request) dengan melakukan konfirmasi kepada Dewi Eka A (staff Ruang Baca DTMI).

Berikut daftar E-Journal dan E-Book yang di langgan Perpustakaan ITS

Race Pertama, Nogogeni Pimpin Klasemen

Sebelum bertarung di race pertama Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2018, Tim Nogogeni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjalani uji coba lintasan lebih dulu untuk menguji kemampuan mobil sesuai target di Sirkuit Changi Exhibition Center, Singapura.

Tiap tim dari masing-masing kategori diberi kesempatan untuk melakukan uji coba lintasan satu kali sebanyak sembilan lap sesuai yang ditentukan. Uji coba ini lebih untuk melihat kesiapan mobil sebelum berlaga yang sesungguhnya. Uji coba dilaksanakan sebelum dilakukan seremoni pembukaan oleh panitia.

Race pertama ditujukan untuk kategori Prototype yang diikuti oleh 61 tim. Sedangkan race kedua untuk kategori Urban Concept yang diikuti oleh 65 tim, termasuk dua tim dari ITS.

Untuk race yang berlangsung hingga malam, mobil-mobil hemat energi ini harus merampungkan sembilan lap lintasan, di mana tiap sekali lap lintasan berjarak sekitar 1,2 kilometer. Ini berlaku untuk semua jenis kategori mobil dan bahan bakar.

Tim Nogogeni mengalami sedikit miskomunikasi saat inspeksi sebelum start race, karena petugas inspeksi yang sedikit kurang paham. Namun setelah melakukan race, selain mengalami kendala karena kencangnya angin juga, juga dikarenakan ada beberapa peserta yang melakukan beberapa tindakan di luar prosedur saat beradu di lintasan.

a�?Ada tim yang kadang mendahului tanpa membunyikan bel, ada juga yang mau didahului dan sudah dibel malah pindah jalur dan itu sebenarnya melanggar prosedur, karena seharusnya yang pindah jalur itu yang mau mendahului,a�? tutur Norvan Aji Satrio, driver mobil Nogogeni.

Kabar baiknya, pada race pertama ini, Nogogeni berhasil memimpin klasemen sementara. Diharapkan pada race berikutnya hasilnya akan terus meningkat dan bisa mencapai rangking teratas nantinya.

Rencananya akan ada tiga kali race yang harus dilakukan tiap tim. Dua race berikutnya akan berlangsung besok Sabtu (10/3). Nantinya akan diambil hasil race terbaik dari ketiga race yang dilakukan. Selanjutnya semua hasil terbaik tersebut dirangking dengan seluruh tim yang berlaga. (ITS)

Mobil Hemat Energi Nogogeni Siap Harumkan Bangsa

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali bersiap bertarung di ajang internasional untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia. Melalui dua mobil hemat energy andalannya, yaitu Nogogeni V dan Sapuangin XI Evo 2 yang akan berlaga di ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia di Changi Exhibition Centre, Singapura pada tanggal 8-11 Maret 2018 mendatang.

Secara resmi, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD pun melakukan peluncuran kedua tim mobil tersebut, Senin (12/2) di Gedung Rektorat ITS. Kedua mobil tersebut rencananya akan lebih dulu dikirimkan ke Singapura melalui jalur laut pada 15 Februari mendatang. Sedangkan anggota tim akan bertolak ke Singapura pada awal Maret mendatang.

Dihadiri oleh jajaran pimpinan ITS dan seluruh tim, Joni mengaku sangat optimis dapat membawa pulang gelar juara. a�?Melihat kegigihan kedua tim dan prestasi yang telah diukir baik di tingkat nasional maupun internasional, saya yakin hasilnya akan memuaskan,a�? tandasnya optimistis saat memberikan sambutan.

SEM Asia merupakan kompetisi mobil ramah lingkungan karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Asia yang digelar setiap tahunnya. Dalam kompetisi kali ini, ITS Team Sapuangin mengirimkan satu mobil di kelas Urban Gasoline kategoriA�internal combustion engineA�(ICE), sedangkan Nogogeni ITS Team mengirim satu mobil di kelas Urban Electric kategoriA�battery electric.

Menurut Faizal Ibrahim, salah satu anggota divisiA�Engine and DrivetrainA�Tim Sapuangin, dalam proses pengerjaan mobil ini, tim sempat mengalami beberapa kesulitan. Salah satunya, saat tim Sapuangin harus memutar otak untuk merakit kembali mesinnya. a�?Kami menggunakan mesin seperti saat KMHE (Kontes Mobil Hemat Energi, red) 2017 yakniA�engine beatA�pada kategori mobilA�hybrid. Namun sayang kalau dilepas, jadi kami rakit ulang dengan memanfaatkan mesin-mesin bekas kondisi bagus,a�? jelasnya mahasiswa Departemen Teknik Mesin angkatan 2014 ini.

Sementara itu, Muhammad Adietya selaku General Manager Nogogeni mengatakan bahwa seluruh timnya harus bekerja lebih keras karena adanya perubahan pada desainA�body. a�?Kali ini desain body Nogogeni berbentuk seperti setetes air dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi. Untuk mewujudkannya, kami juga bekerjasama dengan departemen Desain Produk Industri,a�? ungkap mahasiswa departemen Mesin Industri angkatan 2015.

Tidak hanya itu, kedua tim menyatakan telah mencapai target yang diinginkan dalam ujicoba yang dilakukan menjelang lomba kali ini. Untuk tim Sapuangin yang di bawah bimbingan Ir Witantyo MEngSc, pencapaiannya telah melewati rekor yang dicapai saat menjadi juara KMHE 2017, yaitu 405 km per liter dan mendekati rekor dunia 500 km per liter. Sedangkan mobil tim Nogogeni yang bakal berlaga di kelas urban electric sudah mampu mencapai kecepatan mendekati angka 33 km per jam.

Tahun ini, ITS membawa misi berat untuk bisa menyabet gelar juara, terutama ITS Team Sapuangin yang ingin meraih kembali gelar juara yang tahun lalu sempat lepas. Dengan persiapan yang matang mulai dari desain mobil,A�test driveA�dan kemajuan-kemajuan lainnya, Sapuangin percaya mampu mencapai target 500 km per liter pada ajang kali ini. Begitu pula dengan Tim Nogogeni yang di bawah bimbingan Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD, juga ingin meraih gelar juara di kelasnya dalam kompetisi ini. Tidak hanya meraih gelar juara, kedua tim ini bercita-cita untuk bisa lolos juga sampai ajang Driversa�� World Championship (DWC) di London, tahun ini. (ifa)

Hasil Karya Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri di Kancah PKM

UKM a�?Setia Ayua�? yang berada di Jalan Tambak Adi no. 9 Surabaya, bekerja dalam bidang property pernikahan. Dalam proses pengerjaan property khususnya stryrofoam, UKM a�?Setia Ayua�? masih mengerjakan secara manual dengan alat bantu seadanya, sehingga sebuah produk yang dihasilkan tidak simetris, tidak presisi, dan tidak efesien terhadap waktu. Penggunaan penggaris terkadang dapat menghasilkan ukuran yang kurang tepat atau kurang presisi. Alat bantu lainnya ada cutter untuk memotong bagian-bagian sesuai dengan keinginan, sehingga dalam pengerjaannya kurang efesien terhadap waktu.

UKM a�?Setia Ayua�? mempekerjakan pekerja sebanyak 3 orang, dalam produksinya tergantung oleh pesanan pelanggan sehingga memiliki omset yang tiap bulannya berkisar belasan juta jika ramai pemesan, dan jika sepi pemesan bisa saja tidak dapat penghasilan sama sekali.
Melihat Kondisi tersebut, kami enam mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS tergerak untuk berusaha membantu UKM agar mampu bersaing dalam pasar Internasional, yakni melalui peningkatan pemanfaatan teknologi. Dengan memiliki inovasi untuk Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Teknologi yang berjudul a�?Mesin Ukir Otomatis Mini CNC 3 Axis Dengan Software Mach 3 Dalam Peningkatan Efisiensi waktu dan Presisi di UKM a�?Setia Ayua�? Surabaya, Enam mahasiswa tersebut adalah Ramadhana Kurnia, Wahyu Abdi Wibowo, Naufal Aryusmal, Nurul Widadi, Kevin Dristian Dani, dan Shafwan.
a�?Cerita tentang kesulitan pemenuhan pesanan karena proses pembuatan ukiran yang masih dilakukan secara tradisional mendorong kami untuk berusaha membantu UKM tersebut. Tidak hanya itu, kami melihat potensi pengenalan hasil ukiran karya Indonesia kepada masyarakat dunia melalui ukiran pada styrofoam ini,a�? alasan mereka memilih UKM Ukiran.

 

Kendala yang dialami mitra selama ini adalah terjadinya bottleneck pada proses pengerjaan ukir akibat memakan waktu yang lama. Terhitung satu pekerja menghasilkan satu sampai tiga ukiran per harinya karena pembuatannya masih tradisional yaitu dengan menggunakan cutter, penggaris dan pensil. Hasilnya pesanan tidak sanggup terpenuhi dan konsumen akan berpikir ulang untuk memesan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, ke enam mahasiswa ITS membuat mesin ukir otomatis untuk mengefisienkan pembuatan ukiran dari segi waktu, tenaga dan biaya.
Prinsip kerja pada mesin ini mendesain ukiran di dalam program dari laptop dengan menggunakan aplikasi Mach-3, kemudian program tersebut dikirim ke mikrokontroller yang ada di CNC. Selanjutnya mikrokontroller memberikan perintah pada mesin untuk melakukan pengukiran pada benda kerja sesuai keinginan. Pengukiran tersebut menggunakan mata pahat yang sudah dikendalikan secara otomatis dari perintah program tersebut. Perbedaan alat ini dengan mesin CNC pada umumnya terletak pada ukuran dan komponennya, Bahkan untuk ukuran yang sama dengan alat ukir kami, harganya bisa mencapai 20-25 juta. Melalui mesin ini diharapkan terjadi peningkatan produktivitas di UKM a�?Setia Ayua�?.Dengan adanya alat ini, diprediksi proses produksi ukiran styrofoam akan lebih cepat sehingga harapannya UKM dapat berkembang dan bersaing dalam ranah AEC. Selain itu, akan diadakan pelatihan untuk mengoperasikan alat ini sebelum diberikan ke mitra.
Dhana menambahkan bahwa Mesin Ukir Otomatis saat ini sedang dalam proses pengajuan Patent. a�?Kami masih akan melakukan pengujian lebih lanjut dan masih memperbaiki desainnya agar lebih enak dipandang,a�? Alat ini berada di bawah bimbingan Hendro Nurhadi, Dipl, Ing, Ph.D dan Dedy Zulhidayat Noor ST., MT., Ph.D
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk lebih memperkenalkan teknologi pada pengusaha UKM di Indonesia agar produktivitas dan kualitas produk mereka meningkat. Selain itu, program ini diharapkan bisa mematik kesadaran mahasiswa akan permasalahan yang ada disekitarnya dan mencari sebuah ide kreatif sebagai jalan keluarnya.

Ruang Baca Departemen Teknik Mesin Industri

Suasana di ruang baca Departemen Teknik Mesin Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (DTMI – ITS) hening layaknya perpustkaan pada umumnya. Sesekali ada pengunjung yang berbicara dengan suara yang sedikit keras dengan timpalan pengunjung yang lain, meskipun begitu ketenangan harus tetap dijaga.

Selasa (18/4) pengunjung memang cukup banyak hamper setiap meja kaca dan kursi hitam ini penuh terisi. Ada yang bersama rekannya, sendirian dan berkelompok, diantaranya ada yang menggunakan baju wearepack (baju praktikum).

Mengingatkan awal Februari 2017 lalu di Ruang Baca DTMI teman yang ada di depan mata hanyalah PC computer, Tumpukan buku di Lemari dan catatan kecil jika takut kelupaan materi yang akan dikerjakan.

Kebanyakan pengunjung Ruang Baca DTMI adalah mahasiswa semester akhir yang membutuhkan referensi Koleksi Tugas Akhir dan Buku. Sebagian pengunjung hari ini membawa laptop, ada yang mengetik sesuatu dari buku yang di bacanya, ada yang memandangi laptopnya sambil berdiskusi dengan rekannya dan ada yang sibuk membaca buku dan bergoyang-goyang kepalanya.

Saya pun sesekali berkeliling mengamati kesibukan mereka semua sambil sedikit bergurau dan bercanda agar lebih akrab dengan pengunjung. Sementara ini pengunjung semakin meningkat dari hari ke hari. Semoga kedepannya Ruang Baca DTMI semakin memikat pengunjung untuk dating. Itulah sedikit cerita aktivitas Ruang Baca DTMI ITS. (dee)

Water Bike, Teknik Mesin Industri ITS

Bersepeda kini jadi tren di masyarakat. Namun, bersepeda tidak hanya bisa dilakukan di daratan. Tapi, juga di permukaan air. Untuk itu, Tiga Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri mengembangkan sepeda air (water bike) yang akan diikutsertakankan dalam ajangA�lomba Water Bike Competion tingkat nasional, yang diselengarakan oleh Himpunan Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 28-30 April, di Surabaya, Jawa Timur.

Tim water bike ITS yang dinamakan Cakra Baswara EVO ini akan mewakili ITS di ajang nasional membuat project pengabdian mahasiswa yang berbasis kebutuhan dan aplikasi ke masyarakat. Mereka tergoda mengalihkanA�nggowesA�di medan air kerena setiap wisata air menyediakan sepeda air berbentuk bebek. Tapi dengan bersepedaA�sportyA�dan tampak gagah diatas air belum tersedia. a�?Nggowes kini sudah trend sekaligus gaya hidup. Tak ada salahnya mencoba sepeda di atas air yang menyenangkan tapi juga menyehatkan dan sporty,a�? Imbuh Dhana, selaku manajer tim Cakra Baswara EVO.

Dhana mengatakan water bike yang didesain oleh mahasiswa Teknik Mesin Industri ini dikembangkan dengan tujuan sebagai kendaraan darurat dalam mengevakuasi masyarakat yang tenggelam di danau, laut, sungai maupun saat bencana banjir. Sepeda air merupakan gabungan dari perahu jenis Boat dan sepeda. Sepeda air mempunyai fungsi yang sama dengan sepeda yaitu pedal, gear, frame, stang, dan lainnya. Tetapi tenaga yang diperoleh adalah dari ayuhan pengemudi melalui sebuah pedal ke baling baling atau propeller.

Ia menambahkan selain untuk keperluan saat bencana, sepeda air juga dapat digunakan untuk wisata danau dan laut, serta membersihkan sampah disepanjang aliran sungai yang ada di Surabaya

a�?Pengembangan sepeda air ke depannya juga diharapkan dapat mendukung pariwisata Surabaya yang berbasis sungai, dan tentunya pengembangan-pengembangan produk water bike berikutnya tetap menggunakan material bekas dan ramah lingkungan sehingga mampu memberikan nilai tambah,a�? sebutnya.

Dhana menjelaskan sepeda air sudah banyak dikembangkan, namun sepeda air yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin Industri ini memiliki adjuster (operan gigi) seperti pada sepeda yang memiliki operan gigi pada umumnya, tujuannya untuk meningkatkan kecepatan atau bersepeda santai, ditambahlagi ada anti slip pada pedal sepeda yang digunakan agar tidak terpeleset saat mengayuh, sedangkan pada sadel sepeda diberi soft cover agar lebih comfortable saat bersepeda.

Terdapat dua pelampung yang membuat sepeda air mengapung di atas air. Pelampung tersebut terbuat dari bahan pipa paralon bekas lalu diberi sedikit sterofoam dibawahnya untuk menambah daya apung.

Dalam mengikuti kegiatan ajang lomba Water Bike Competition tingkat Nasional tim sepeda air ITS memohon dukungan dari semua masyarakat Surabaya, civitas akademik ITS dan seluruh Alumni ITS agar bisa meraih predikat terbaik dalam lomba tersebut. Riwayat sebelumnya, pada tahun 2014 tim Cakra Baswara ini mendapat juara 1 pada kategori Take a flag slalome, tahun 2015 mendapat juara 1 pada kelas Drag, dan juara 2 pada kelas Slalome, sedangkan tahun 2016 meraih juara 1 pada kelas Waterbike Contest, dan juara 1 pada kelas Drag.

PERSIAPAN TIM NOGOGENI JELANG SEM ASIA 2017

Mahasiswa Departemen D3 Teknik Mesin siap menghantarkan Mobil Nogogeni 3 Evo untuk bertanding mengikuti perlombaan Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2017.A� Berbagai persiapan telah di lakukan, yaitu dengan puluhan kali percobaan dan pembenahan pada Mobil bertenaga listrik Nogogeni 3 Evo.
a�?Test drive dilakukan 12 kali untuk pengujian controller dan simulasi race. Tidak ada perubahan untuk motor listriknya, kita lebih fokus dengan pembuatan controller,a�? Ujar Dicko Luriyanto Arisendi, General Manager Nogogeni.
Setelah berhasil meraih prestasi Juara II dalam Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) di Universitas Gadjah Mada, Nogogeni sangat percaya diri untuk terus melangkah di SEM Asia tahun ini. Dengan bimbingan Dedy Zulhidayat Noor, ST., MT., PhD, Nogogeni optimis dapat melanjutkan ke London.

a�?Sebenarnya, antara KMHE dan SEM tidak jauh berbeda. Bila kami mampu juara di KMHE, tentu kami Optimis juga mampu juara di SEM. Dari pihak SEM sendiri, mereka memasang standar regulasi untuk disc break (rem, red) dan controller,” Ucap Dicko.
Dicko juga menjelaskan bahwa saat KMHE kemarin, tim Nogogeni berhasil melakukan race dengan kecepatan 152,257 Km/kWh. Kecepatan iniA� merupakan rekor pribadi bagi Nogogeni. Sebelumnya, Nogogeni 3 Evo hanya mampu melaju dengan kecepatan 100 km/kwh.

Sebelum bertanding diajang SEM, mobil harus lulusA� technical inspection terlebih dahulu. “Untuk tahun lalu, mobil Nogogeni 3 Evo telah lulus tahap ini tetapi harus rela kecewa karena mobil kami tiba tiba berhenti ditengah pertandingan,” terang Dicko.

Ia dan 27 rekannya berharap agar trouble mobil tidak terjadi lagi di SEM Asia 2017 ini. Dicko berjanji bahwa mobilnya akan mampu melaju dengan lancar dan menjadi juara pertama. “Kami sangat mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika ITS selama pelaksanaan SEM Asia 2017,” tutup Dicko (dee)

KEMENANGAN NOGOGENI SEM ASIA 2017

Sungguh berita yang membahagiakan untuk Tim Nogogeni ITS, yupza�� Nogogeni membawa pulang kemenangan Juara III Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2017 untuk kategori Mobil Hemat Energi berbahan Listrik.

Sebelum bertanding diajang SEM, mobil harus lulusA� technical inspection terlebih dahulu. “Alhamdulillah di hari pertama dan kedua, mobil Nogogeni 3 Evo lolos dari technical inspection dengan sangat mudah dan cepat tanpa ada kendala, karena dari Indonesia mobil sudah di persiapkan dengan matang oleh tim kitaa�? Ujar Dicko Luriyanto Arisendi, General Manager Nogogeni.

Kemudian di hari Kamis sore Tim Nogogeni di ijinkan untuk melakukan test drive, ini di lakukan supaya driver mampu beradaptasi dengan lintasan yang baru. a�?Di hari ini pun Tim tidak mematok hasil yang bagus karena ini hanya uji coba lintasan belum ke sesi perlombaan. Dari test drive ini tim Nogogeni berhasil melakukan race dengan kecepatan 86 Km/kWha�? terang Dicko.
Tibalah untuk perlombaan pertama, yaitu Juma��at jam 13.00 waktu singapura, a�?mobil Nogoneni mampu meluncur dengan kecepatan 90 km/kWh, kemudian di perlombaan kedua tim Nogogeni mampu meraih kecepatan yang lebih bagus yaitu 99,99 km/kWh, dan mobil Nogogeni 3 Evo berhasil melakukan race yang terakhir dengan kecepatan terbaik 100,12 km/kWh.a�? ujar Dicko
a�?Untuk kedepannya Tim Nogogeni akan melakukan renovasi Body mobil, karena di pandang dari segi Aerodinamisnya kurang. Jika terjadi angin kencang pada saat mobil melaju, maka akan menghambat laju mobil tersebut. a�? tutup Dicko