Category Archives: Berita Departemen

Hasil Karya Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri di Kancah PKM

UKM “Setia Ayu” yang berada di Jalan Tambak Adi no. 9 Surabaya, bekerja dalam bidang property pernikahan. Dalam proses pengerjaan property khususnya stryrofoam, UKM “Setia Ayu” masih mengerjakan secara manual dengan alat bantu seadanya, sehingga sebuah produk yang dihasilkan tidak simetris, tidak presisi, dan tidak efesien terhadap waktu. Penggunaan penggaris terkadang dapat menghasilkan ukuran yang kurang tepat atau kurang presisi. Alat bantu lainnya ada cutter untuk memotong bagian-bagian sesuai dengan keinginan, sehingga dalam pengerjaannya kurang efesien terhadap waktu.

UKM “Setia Ayu” mempekerjakan pekerja sebanyak 3 orang, dalam produksinya tergantung oleh pesanan pelanggan sehingga memiliki omset yang tiap bulannya berkisar belasan juta jika ramai pemesan, dan jika sepi pemesan bisa saja tidak dapat penghasilan sama sekali.
Melihat Kondisi tersebut, kami enam mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS tergerak untuk berusaha membantu UKM agar mampu bersaing dalam pasar Internasional, yakni melalui peningkatan pemanfaatan teknologi. Dengan memiliki inovasi untuk Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Teknologi yang berjudul “Mesin Ukir Otomatis Mini CNC 3 Axis Dengan Software Mach 3 Dalam Peningkatan Efisiensi waktu dan Presisi di UKM “Setia Ayu” Surabaya, Enam mahasiswa tersebut adalah Ramadhana Kurnia, Wahyu Abdi Wibowo, Naufal Aryusmal, Nurul Widadi, Kevin Dristian Dani, dan Shafwan.
“Cerita tentang kesulitan pemenuhan pesanan karena proses pembuatan ukiran yang masih dilakukan secara tradisional mendorong kami untuk berusaha membantu UKM tersebut. Tidak hanya itu, kami melihat potensi pengenalan hasil ukiran karya Indonesia kepada masyarakat dunia melalui ukiran pada styrofoam ini,” alasan mereka memilih UKM Ukiran.

 

Kendala yang dialami mitra selama ini adalah terjadinya bottleneck pada proses pengerjaan ukir akibat memakan waktu yang lama. Terhitung satu pekerja menghasilkan satu sampai tiga ukiran per harinya karena pembuatannya masih tradisional yaitu dengan menggunakan cutter, penggaris dan pensil. Hasilnya pesanan tidak sanggup terpenuhi dan konsumen akan berpikir ulang untuk memesan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, ke enam mahasiswa ITS membuat mesin ukir otomatis untuk mengefisienkan pembuatan ukiran dari segi waktu, tenaga dan biaya.
Prinsip kerja pada mesin ini mendesain ukiran di dalam program dari laptop dengan menggunakan aplikasi Mach-3, kemudian program tersebut dikirim ke mikrokontroller yang ada di CNC. Selanjutnya mikrokontroller memberikan perintah pada mesin untuk melakukan pengukiran pada benda kerja sesuai keinginan. Pengukiran tersebut menggunakan mata pahat yang sudah dikendalikan secara otomatis dari perintah program tersebut. Perbedaan alat ini dengan mesin CNC pada umumnya terletak pada ukuran dan komponennya, Bahkan untuk ukuran yang sama dengan alat ukir kami, harganya bisa mencapai 20-25 juta. Melalui mesin ini diharapkan terjadi peningkatan produktivitas di UKM “Setia Ayu”.Dengan adanya alat ini, diprediksi proses produksi ukiran styrofoam akan lebih cepat sehingga harapannya UKM dapat berkembang dan bersaing dalam ranah AEC. Selain itu, akan diadakan pelatihan untuk mengoperasikan alat ini sebelum diberikan ke mitra.
Dhana menambahkan bahwa Mesin Ukir Otomatis saat ini sedang dalam proses pengajuan Patent. “Kami masih akan melakukan pengujian lebih lanjut dan masih memperbaiki desainnya agar lebih enak dipandang,” Alat ini berada di bawah bimbingan Hendro Nurhadi, Dipl, Ing, Ph.D dan Dedy Zulhidayat Noor ST., MT., Ph.D
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk lebih memperkenalkan teknologi pada pengusaha UKM di Indonesia agar produktivitas dan kualitas produk mereka meningkat. Selain itu, program ini diharapkan bisa mematik kesadaran mahasiswa akan permasalahan yang ada disekitarnya dan mencari sebuah ide kreatif sebagai jalan keluarnya.

Ruang Baca Departemen Teknik Mesin Industri

Suasana di ruang baca Departemen Teknik Mesin Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (DTMI – ITS) hening layaknya perpustkaan pada umumnya. Sesekali ada pengunjung yang berbicara dengan suara yang sedikit keras dengan timpalan pengunjung yang lain, meskipun begitu ketenangan harus tetap dijaga.

Selasa (18/4) pengunjung memang cukup banyak hamper setiap meja kaca dan kursi hitam ini penuh terisi. Ada yang bersama rekannya, sendirian dan berkelompok, diantaranya ada yang menggunakan baju wearepack (baju praktikum).

Mengingatkan awal Februari 2017 lalu di Ruang Baca DTMI teman yang ada di depan mata hanyalah PC computer, Tumpukan buku di Lemari dan catatan kecil jika takut kelupaan materi yang akan dikerjakan.

Kebanyakan pengunjung Ruang Baca DTMI adalah mahasiswa semester akhir yang membutuhkan referensi Koleksi Tugas Akhir dan Buku. Sebagian pengunjung hari ini membawa laptop, ada yang mengetik sesuatu dari buku yang di bacanya, ada yang memandangi laptopnya sambil berdiskusi dengan rekannya dan ada yang sibuk membaca buku dan bergoyang-goyang kepalanya.

Saya pun sesekali berkeliling mengamati kesibukan mereka semua sambil sedikit bergurau dan bercanda agar lebih akrab dengan pengunjung. Sementara ini pengunjung semakin meningkat dari hari ke hari. Semoga kedepannya Ruang Baca DTMI semakin memikat pengunjung untuk dating. Itulah sedikit cerita aktivitas Ruang Baca DTMI ITS. (dee)

Water Bike, Teknik Mesin Industri ITS

Bersepeda kini jadi tren di masyarakat. Namun, bersepeda tidak hanya bisa dilakukan di daratan. Tapi, juga di permukaan air. Untuk itu, Tiga Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri mengembangkan sepeda air (water bike) yang akan diikutsertakankan dalam ajang lomba Water Bike Competion tingkat nasional, yang diselengarakan oleh Himpunan Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 28-30 April, di Surabaya, Jawa Timur.

Tim water bike ITS yang dinamakan Cakra Baswara EVO ini akan mewakili ITS di ajang nasional membuat project pengabdian mahasiswa yang berbasis kebutuhan dan aplikasi ke masyarakat. Mereka tergoda mengalihkan nggowes di medan air kerena setiap wisata air menyediakan sepeda air berbentuk bebek. Tapi dengan bersepeda sporty dan tampak gagah diatas air belum tersedia. “Nggowes kini sudah trend sekaligus gaya hidup. Tak ada salahnya mencoba sepeda di atas air yang menyenangkan tapi juga menyehatkan dan sporty,” Imbuh Dhana, selaku manajer tim Cakra Baswara EVO.

Dhana mengatakan water bike yang didesain oleh mahasiswa Teknik Mesin Industri ini dikembangkan dengan tujuan sebagai kendaraan darurat dalam mengevakuasi masyarakat yang tenggelam di danau, laut, sungai maupun saat bencana banjir. Sepeda air merupakan gabungan dari perahu jenis Boat dan sepeda. Sepeda air mempunyai fungsi yang sama dengan sepeda yaitu pedal, gear, frame, stang, dan lainnya. Tetapi tenaga yang diperoleh adalah dari ayuhan pengemudi melalui sebuah pedal ke baling baling atau propeller.

Ia menambahkan selain untuk keperluan saat bencana, sepeda air juga dapat digunakan untuk wisata danau dan laut, serta membersihkan sampah disepanjang aliran sungai yang ada di Surabaya

“Pengembangan sepeda air ke depannya juga diharapkan dapat mendukung pariwisata Surabaya yang berbasis sungai, dan tentunya pengembangan-pengembangan produk water bike berikutnya tetap menggunakan material bekas dan ramah lingkungan sehingga mampu memberikan nilai tambah,” sebutnya.

Dhana menjelaskan sepeda air sudah banyak dikembangkan, namun sepeda air yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin Industri ini memiliki adjuster (operan gigi) seperti pada sepeda yang memiliki operan gigi pada umumnya, tujuannya untuk meningkatkan kecepatan atau bersepeda santai, ditambahlagi ada anti slip pada pedal sepeda yang digunakan agar tidak terpeleset saat mengayuh, sedangkan pada sadel sepeda diberi soft cover agar lebih comfortable saat bersepeda.

Terdapat dua pelampung yang membuat sepeda air mengapung di atas air. Pelampung tersebut terbuat dari bahan pipa paralon bekas lalu diberi sedikit sterofoam dibawahnya untuk menambah daya apung.

Dalam mengikuti kegiatan ajang lomba Water Bike Competition tingkat Nasional tim sepeda air ITS memohon dukungan dari semua masyarakat Surabaya, civitas akademik ITS dan seluruh Alumni ITS agar bisa meraih predikat terbaik dalam lomba tersebut. Riwayat sebelumnya, pada tahun 2014 tim Cakra Baswara ini mendapat juara 1 pada kategori Take a flag slalome, tahun 2015 mendapat juara 1 pada kelas Drag, dan juara 2 pada kelas Slalome, sedangkan tahun 2016 meraih juara 1 pada kelas Waterbike Contest, dan juara 1 pada kelas Drag.

PERSIAPAN TIM NOGOGENI JELANG SEM ASIA 2017

Mahasiswa Departemen D3 Teknik Mesin siap menghantarkan Mobil Nogogeni 3 Evo untuk bertanding mengikuti perlombaan Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2017.  Berbagai persiapan telah di lakukan, yaitu dengan puluhan kali percobaan dan pembenahan pada Mobil bertenaga listrik Nogogeni 3 Evo.
“Test drive dilakukan 12 kali untuk pengujian controller dan simulasi race. Tidak ada perubahan untuk motor listriknya, kita lebih fokus dengan pembuatan controller,” Ujar Dicko Luriyanto Arisendi, General Manager Nogogeni.
Setelah berhasil meraih prestasi Juara II dalam Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) di Universitas Gadjah Mada, Nogogeni sangat percaya diri untuk terus melangkah di SEM Asia tahun ini. Dengan bimbingan Dedy Zulhidayat Noor, ST., MT., PhD, Nogogeni optimis dapat melanjutkan ke London.

“Sebenarnya, antara KMHE dan SEM tidak jauh berbeda. Bila kami mampu juara di KMHE, tentu kami Optimis juga mampu juara di SEM. Dari pihak SEM sendiri, mereka memasang standar regulasi untuk disc break (rem, red) dan controller,” Ucap Dicko.
Dicko juga menjelaskan bahwa saat KMHE kemarin, tim Nogogeni berhasil melakukan race dengan kecepatan 152,257 Km/kWh. Kecepatan ini  merupakan rekor pribadi bagi Nogogeni. Sebelumnya, Nogogeni 3 Evo hanya mampu melaju dengan kecepatan 100 km/kwh.

Sebelum bertanding diajang SEM, mobil harus lulus  technical inspection terlebih dahulu. “Untuk tahun lalu, mobil Nogogeni 3 Evo telah lulus tahap ini tetapi harus rela kecewa karena mobil kami tiba tiba berhenti ditengah pertandingan,” terang Dicko.

Ia dan 27 rekannya berharap agar trouble mobil tidak terjadi lagi di SEM Asia 2017 ini. Dicko berjanji bahwa mobilnya akan mampu melaju dengan lancar dan menjadi juara pertama. “Kami sangat mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika ITS selama pelaksanaan SEM Asia 2017,” tutup Dicko (dee)

KEMENANGAN NOGOGENI SEM ASIA 2017

Sungguh berita yang membahagiakan untuk Tim Nogogeni ITS, yupz… Nogogeni membawa pulang kemenangan Juara III Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2017 untuk kategori Mobil Hemat Energi berbahan Listrik.

Sebelum bertanding diajang SEM, mobil harus lulus  technical inspection terlebih dahulu. “Alhamdulillah di hari pertama dan kedua, mobil Nogogeni 3 Evo lolos dari technical inspection dengan sangat mudah dan cepat tanpa ada kendala, karena dari Indonesia mobil sudah di persiapkan dengan matang oleh tim kita” Ujar Dicko Luriyanto Arisendi, General Manager Nogogeni.

Kemudian di hari Kamis sore Tim Nogogeni di ijinkan untuk melakukan test drive, ini di lakukan supaya driver mampu beradaptasi dengan lintasan yang baru. “Di hari ini pun Tim tidak mematok hasil yang bagus karena ini hanya uji coba lintasan belum ke sesi perlombaan. Dari test drive ini tim Nogogeni berhasil melakukan race dengan kecepatan 86 Km/kWh” terang Dicko.
Tibalah untuk perlombaan pertama, yaitu Jum’at jam 13.00 waktu singapura, “mobil Nogoneni mampu meluncur dengan kecepatan 90 km/kWh, kemudian di perlombaan kedua tim Nogogeni mampu meraih kecepatan yang lebih bagus yaitu 99,99 km/kWh, dan mobil Nogogeni 3 Evo berhasil melakukan race yang terakhir dengan kecepatan terbaik 100,12 km/kWh.” ujar Dicko
“Untuk kedepannya Tim Nogogeni akan melakukan renovasi Body mobil, karena di pandang dari segi Aerodinamisnya kurang. Jika terjadi angin kencang pada saat mobil melaju, maka akan menghambat laju mobil tersebut. “ tutup Dicko