Water Bike, Teknik Mesin Industri ITS

Bersepeda kini jadi tren di masyarakat. Namun, bersepeda tidak hanya bisa dilakukan di daratan. Tapi, juga di permukaan air. Untuk itu, Tiga Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri mengembangkan sepeda air (water bike) yang akan diikutsertakankan dalam ajang lomba Water Bike Competion tingkat nasional, yang diselengarakan oleh Himpunan Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 28-30 April, di Surabaya, Jawa Timur.

Tim water bike ITS yang dinamakan Cakra Baswara EVO ini akan mewakili ITS di ajang nasional membuat project pengabdian mahasiswa yang berbasis kebutuhan dan aplikasi ke masyarakat. Mereka tergoda mengalihkan nggowes di medan air kerena setiap wisata air menyediakan sepeda air berbentuk bebek. Tapi dengan bersepeda sporty dan tampak gagah diatas air belum tersedia. “Nggowes kini sudah trend sekaligus gaya hidup. Tak ada salahnya mencoba sepeda di atas air yang menyenangkan tapi juga menyehatkan dan sporty,” Imbuh Dhana, selaku manajer tim Cakra Baswara EVO.

Dhana mengatakan water bike yang didesain oleh mahasiswa Teknik Mesin Industri ini dikembangkan dengan tujuan sebagai kendaraan darurat dalam mengevakuasi masyarakat yang tenggelam di danau, laut, sungai maupun saat bencana banjir. Sepeda air merupakan gabungan dari perahu jenis Boat dan sepeda. Sepeda air mempunyai fungsi yang sama dengan sepeda yaitu pedal, gear, frame, stang, dan lainnya. Tetapi tenaga yang diperoleh adalah dari ayuhan pengemudi melalui sebuah pedal ke baling baling atau propeller.

Ia menambahkan selain untuk keperluan saat bencana, sepeda air juga dapat digunakan untuk wisata danau dan laut, serta membersihkan sampah disepanjang aliran sungai yang ada di Surabaya

“Pengembangan sepeda air ke depannya juga diharapkan dapat mendukung pariwisata Surabaya yang berbasis sungai, dan tentunya pengembangan-pengembangan produk water bike berikutnya tetap menggunakan material bekas dan ramah lingkungan sehingga mampu memberikan nilai tambah,” sebutnya.

Dhana menjelaskan sepeda air sudah banyak dikembangkan, namun sepeda air yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin Industri ini memiliki adjuster (operan gigi) seperti pada sepeda yang memiliki operan gigi pada umumnya, tujuannya untuk meningkatkan kecepatan atau bersepeda santai, ditambahlagi ada anti slip pada pedal sepeda yang digunakan agar tidak terpeleset saat mengayuh, sedangkan pada sadel sepeda diberi soft cover agar lebih comfortable saat bersepeda.

Terdapat dua pelampung yang membuat sepeda air mengapung di atas air. Pelampung tersebut terbuat dari bahan pipa paralon bekas lalu diberi sedikit sterofoam dibawahnya untuk menambah daya apung.

Dalam mengikuti kegiatan ajang lomba Water Bike Competition tingkat Nasional tim sepeda air ITS memohon dukungan dari semua masyarakat Surabaya, civitas akademik ITS dan seluruh Alumni ITS agar bisa meraih predikat terbaik dalam lomba tersebut. Riwayat sebelumnya, pada tahun 2014 tim Cakra Baswara ini mendapat juara 1 pada kategori Take a flag slalome, tahun 2015 mendapat juara 1 pada kelas Drag, dan juara 2 pada kelas Slalome, sedangkan tahun 2016 meraih juara 1 pada kelas Waterbike Contest, dan juara 1 pada kelas Drag.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *